PENGALAMAN MENGINAP DI BANDARA
Beberapa kali pernah nginap malam di bandara
selama traveling ke beberapa tempat. Kok bisa gitu? Kenapa? Menghemat pengeluaran? Iya, itu salah satu alasannya. Ada beberapa alasan kenapa itu bisa terjadi. Transit. Naik pesawat yang mengharuskan transit di satu bandara. Lama transit bisa 6 jam atau atau lebih. Biasanya kalau tiba malam hari, keberangkatan selanjutnya pasti keesokan paginya. Night Arrival. Landing pesawat tengah malam, pertama kali mengunjungi daerah itu, ya dari pada ambil resiko mending stay beberapa jam di bandara. Alasan yang pernah sih cuma yang 2 itu. Keuntungannya ya itu lumayan menghemat penginapan satu malam.
1.
Ngurah Rai International Airport,
Bali, Indonesia
Pertama kalinya jalan-jalan ke bali. Dapat
tiket murahnya penerbangan malam hari, tiba jam 12.30 tengah malam. Waktu itu
sendirian, teman lainnya baru nyampe jam 8 pagi. Emang disengaja nginap di
bandara sih ini karena takutnya gak ada lagi transportasi sampai tengah malam
gitu. keluar dari bandara, udah sepi tapi masih ada rumah makan yang buka. Ada
beberapa orang juga duduk-duduk di kursi tunggu. Sama kayak ane juga tujuannya,
nginap di bandara. Ane rebahan di kursi dan sempat tertidur beberapa jam. Trus
pas ane cari toilet, eh ada mushola, ane ngintip ke dalam mushola, lah rame toh
yang tidur di sini. Gak cuma ane ternyata yang punya niat tidur di toilet.
Heheh. Ane langsung pindah lapak. Lumayan pikir ane gak kedinginan di luar.
Ngurah Rai jadi bandara pertama tempat ane numpang nginap semalam.
2.
Tanh So Nhat Airport, Ho Chi Minh
City, Vietnam
Yang ini kali keduanya ane nginap di bandara. Trip ke beberapa negara
ASEAN, dari Singapura menuju Vietnam naik pesawat , sengaja beli tiket malam
dan sudah direncanakan diitinerary kalau di Ho Chi Minh nginap di bandara aja. Kali ini gak sendirian tapi berempat bareng ope, devi, ebeth. Karena kita juga harus menunggu Lili yang baru akan tiba keesokan paginya. Selesai dari
imigrasi, mata langsung sibuk mencari tempat kosong dan nyaman. Dan ternyata
gak cuma kita tapi ada beberapa orang yang juga nginap kayak kita. Bandaranya
gak terlalu besar. Waktu nginap di sini
kita pindah-pindah lapak juga. Awalnya kita nemu spot yang ada colokan, dekat
jendela, tapi beberapa jam kemudian ada petugas yang ngomong ke kita pake
bahasa Vietnam. Kita gak ngerti maksudnya apa dan kita simpulkan gak boleh lagi
tidur di situ.
3.
Don Mueang Airport, Bangkok,
Thailand
Selesai dari imigrasi, cari lapak buat tidur, wow betapa kagetnya.
Banyak sekali traveller dengan ransel-ransel gedenya udah pada posisi yang
nyaman buat tidur. Ada yang sudah pake sleeping bag, selimutan pake kain
panjang, ranselnya jadi bantal atau sandaran badan, ada yang tidurnya sambil
duduk, ada yang langsung rebahan meluruskan badan. Ada yang lesehan, ada yang
di kursi. Banyak spot buat tidur. Bandara ini rame 24 jam. Sebelumnya saya cari
info kalau di bandara Don Mueang ada tempat tidur kapsul untuk para traveller.
Mungkin yang ingin tidur lebih nyaman lagi bisa memilih kamar kapsul tersebut.
Kalau mau bermalam di bandara ini harus pake baju tebal dan kaus kaki, Suhu
Acnya diatur rendah banget sepertinya. Dinginnyaaaa Brrrrrrrrrrr. Tapi intinya
di bandara Don Mueang nyaman lah. Ane, devi, ebeth, ope dan lili memilih tidur
di kursi. Lumayan bisa selonjoran, gak melantai.
4.
Changi International Airport, Singapura
Bandara Changi, luas, bagus, nyaman, ada kursi pijit kaki, wifi, air
minum. Asiklah bermalam di sini. Penerbangan menuju Myanmar dan harus transit 7
jam di Bandara Changi. Sebenarnya dari info yang ane dapat, ada kursi khusus
untuk para penumpang transit untuk istirahat sebentar. Tapi ane gak tahu di
sebelah mananya. Akhirnya ane, Winny dan Ade tidur di kursi tunggu. Lumayan
bisa nyenyak sesaat.
5. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
Nginap di bandara ini juga karena nunggu transit pesawat keesokan paginya. Lumayan nyaman untuk nginap satu malaman. Ada kursi pijit juga. Saat itu ane memilih kursi yang badan ane juga bisa rebahan, kaki ane bisa dilurusin. Lumayan satu malaman bisa tidur nyaman. Para penumpang yang transit juga lebih memilih untuk nginap satu malam di bandara.
Kalau bandaranya nyaman dan aman, ane lebih memilih untuk stay di bandara satu malam untuk menunggu transit atau kalau nyampe nya kemalaman. Apalagi kalau ke tempat yang belum familiar atau baru pertama kali mengunjunginya.
Kak, mau nanya hotel kapsul di bandara don mueang harga per malamnya berapa ya kk?
BalasHapus